Postingan

13

This fucking 'love & romance' things really fucked up my mind. I thought I was ready to love. But it was hurts. Really hurts. Then I thought I can 'love' without expectations, without really think about it. 'I can do it casually', I thought. But I was wrong again: nothing is casual about love. Then I thought maybe it's just love, no romance. Yes that such things might exist, but still, it's nothing casual. It is serious. Love is a fucking serious things. And now I'm confused. I think, I'm not ready yet. And if I forced myself to do it, or if I try to do it "casually" , I know I will hurt myself more in the end.

12

dalam kondisi yang baru: di mana depresi itu menyelinap di dalam diam-diam dalam bayang: tidak secara eksplisit menampakkan dirinya, hanya berjalan di latar belakang, menuju sebuah titik terlemahku untuk meledak keluar. dapat kurasakan gerakannya yang perlahan-lahan itu, mencoba membisikiku dan memintaku untuk mendengarkannya, yang mungkin harus segera kulakukan agar ia tidak meledak namun aku terlalu takut, ia terlalu menyeramkan

11

memang, orang berjiwa stabil dan orang yang menekan jiwanya sulit dibedakan. sama-sama terlihat terjaga, tidak apa-apa, tidak berreaksi berlebihan.

10

aku dihisap hingga tak tersisa  oleh orang-orang di sekitarku  semua optimismeku dicerca habis sinisme  semua impianku dihina habis kenyataan mereka  semua keinginanku dijatuh habis keinginan mereka  semua bakatku dibabat habis kepentingan mereka  semua waktuku diambil habis demi pekerjaan mereka semua dihisap hingga habis tak bersisa  sampai aku tidak ada lagi harganya kuberi semuanya tanpa minta apapun, hanya memohon maklum mereka  kukira kudapatkan 7 kali lipat kebaikanku dari Tuhan, namun sudah berkali kutagih namun tak kunjung datang. kini ku hidup seakan hanya dari belas kasih mereka, padahal selama ini yang kulakukan hanya memberi tanpa meminta, dan mereka menerima tanpa sadar bahwa akulah yang memberi belas kasih. bila tak ada balasan, tidak apa. tangan ini tercipta untuk membalas, 7 kali akan kuambil dari yang kalian terima, dan jangan pernah harap dapat hidup tanpa belas kasih yang kuberikan.

9

keinginan untuk membunuh diri sendiri dan hilang dari bumi ini selalu ada, meski aku sekarang sudah tidak di masa depresif seperti dahulu. ketika masa depresif yang sudah akut, bahkan makan dan mandi pun tidak ingin aku lakukan. saat ini aku sudah melewati masa itu dan sudah jauh lebih baik: aku sudah tidak minum obat, mau makan, mandi, tidur di malam hari, bahkan aku mau menulis di sini ... namun keinginan / fantasi di sudut gelap pikiranku masih ada, untuk benar-benar hilang dari dunia ini. kadang sesuatu hal kecil memicu sesuatu di kepalaku, yang membuat aku tidak percaya dengan dunia ini, tidak percaya bahwa dunia ini baik-baik saja, atau bisa baik-baik saja suatu saat nanti. seperti rasa pesimis yang luar biasa. dan tanpa arah jelas hendak ke mana.

8

I am getting better. Untuk melawan proses depresi, yang bisa dilakukan adalah hal-hal kecil, seperti mencoba tidur teratur, makan, teratur, dan mandi. Kemudian merapikan kamar, dll. Butuh untuk meluangkan waktu sejenak untuk pelan-pelan melakukan hal yang terlihat biasa saja pada umumnya, namun bagiku hal-hal ini ternyata sangat krusial ... Melakukan pemahaman terhadap dunia internal dan eksternal juga diperlukan: memaknai apa yang sudah terjadi dan apa yang terus membayangi di pikiran. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah menulis, menulis untuk diri kita sendiri. Diatas kertas maupun di ketik, apapun itu, yang penting semuanya tersalurkan meski terlihat tidak ada artinya, atau tidak ada gunanya. Namun itu akan meluruskan beberapa hal dan membuatku bisa memandang sesuatu dengan berbeda. Tidak ada yang perlu membacanya, hanya aku sendiri itu sudah cukup. Bukan hasil tulisannya yang penting, namun prosesnya. Jangan takut salah karena semua ini memang sudah kesalahan. Jadi lakukan...